Curug Cilember atau Curug 7 Cilember terletak di Desa Jogjogan Kecamatan Cipayung Bogor. Curug ini merupakan salah satu dari air terjun yang memiliki pesona keindahan. Alamnya sangat menyegarkan, asri dan sejuk.
Perjalanan untuk mencapai curug ini dapat ditempuh melalui perjalanan dari Jakarta. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam untuk perjalanan dengan kendaraan sepeda motor. Sedangkan dengan mobil membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai lokasi.
Dari arah Jakarta, perjalanan dilanjutkan menuju Puncak, tepatnya di daerah Cipayung. Setelah Cimory dan Taman Matahari, Anda akan melihat plang hijau penunjuk arah menuju Curug 7 Cilember.
Lokasi curug ini juga mudah dijangkau karena infrastruktur menuju lokasi cukup baik dengan jalan beraspal, meski jalannya cukup sempit. Untuk mencapai air terjun, wisatawan akan menemui jalan masuk yang menanjak dan terus menanjak hingga ditemukan pintu gerbang Curuh Cilember.
Sebelum memasuki area Curug 7 dan selepas pintu masuk, pengunjung dimanjakan dengan jalanan yang sudah rapi dan bukan jalan tanah. Di dalam area tersebut juga disewakan tenda untuk berteduh. Biasanya, bagi beberapa petualang tenda ini digunakan untuk menginap dengan diselingi api unggun.
Pohon pinus yang menjulang tinggi sepanjang perjalanan menuju Curug 7 turut menambah indahnya pemandangan. Seolah tak bosan memandang dan melihatnya dengan kesejukan alamnya. Hijau dan sejuk.
Jika datang ketika hujan, kabut yang turun bisa lebih banyak lagi. Bahkan, Anda bisa tidak melihat pepohonan saking tebalnya kabut. Kita pun dibawa seolah-olah sedang mendaki gunung yang tinggi.
Bagi sebagian orang, turunnya kabut cukup menakutkan karena jarak pandang yang terbatas membuat imaginasi kita langsung sirna. Rasa takut segera menghampiri, namun ketakutan tersebut segera sirna ketika kabut tersebut lewat. Suasana temaram akibat kabut pun seketika kembali cerah. Rasa takut pun berubah menjadi rasa optimis. Optimis untuk menggali lagi lebih dalam keindahan curug.
Sesampai di Curug 7 rasanya, belum lengkap kalau kaki tidak masuk ke dalamair. Dingin, airnya terasa sedingin es. Airnya begitu jernih, khas air pegunungan.
Tak kuasa tangan pun mengambilkan air untuk dibasuhkan ke muka. Sungguh segar seluruh tubuh dibuatnya. Penat dan capai selama dalam perjalanan terbayar sudah.
Cuaca di sekitar Curug 7 juga kerap sekali diselimuti oleh kabut tipis yang kadang-kadang turun. Apalagi ketika cuaca sedang hujan, maka kabut akan turun lebih banyak. Hal ini menambah suasana sejuk dan nyaman di hati. Kesejukan yang mampu menghunjam kedalam hati sanubari. Tenang, damai di buatnya.
Di lokasi Curug 7 juga di sediakan penyewaan tenda bagi yang ingin sekalian camping tak jauh dari pintu masuk Curug. Tidak perlu kuatir dengan area sanitasi karena sudah tersedia toilet. Meski begitu, Anda juga bisa mencoba mandi dan berendam dibawah Curug 7 dengan airnya yang jernih.
Di Cilember, sebenarnya terdapat 7 curug. Namun kekuatan fisik untuk menyusuri satu persatu perlu dipertimbangkan mengingat jalannya yang terus menanjak.
Setelah kita mencapai Curug 7, agak ke atas ada Curug 6. Namun saat ini jalan untuk menuju Curug 6 sudah ditutup mengingat medannya yang cukup sulit untuk mencapai Curug 6.
Pengunjung biasanya langsung menuju ke Curug 5 yang tak kalah indahnya. Di sekitar Curug 5 pengunjung yang tidak membawa bekal juga tidak perlu kuatir. Di sana sudah tersedia warung tempat menjual gorengan sehingga ketika kita lapar dapat membelinya disitu.
Kalau mau kita telusuri curug satu per satu, rasanya tidaklah mudah. Di atas Curug 5 terdapat peringatan jika ingin menuju curug berikutnya untuk meminta ijin dulu ke pengelola.
Perjalanan saya sendiri berhenti sampai di curug 5. Saya pun mencoba untuk berpuas diri sambil melihat pemandangan sekitar yang pada saat itu dalam kondisi berkabut sehabis turun hujan.
Jadi, kapan lagi kita kunjungi objek wisata di sekitar kita. Tidak perlu mahal, kenali dan cintai objek sekitar kita.
sumber : detiktravel
3/related/default
